Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

Informasi tersebut palsu, PT KAI tidak melakukan wawancara secara online, apalagi dengan persyaratan merekam bagian tubuh pelamar. Akun yang digunakan pun juga merupakan akun palsu.

= = = = =

[KATEGORI]: KONTEN PALSU

= = = = =

[SUMBER]: INSTAGRAM

= = = = =

[NARASI]:

Interview @recruitmentkai:
“Sebelumnya kaka apakah punya luka di puncak kanan kiri dan perut ka.
Bisa dibuatkan video berdurasi 30 detik bila kaka sedang tidak sibuk
Makannya saya tanya dulu ka”.
Jawaban @sekteseblak:
“Interview nya online?
Tidak ada luka dibagian yg kaka sebutkan
kaya gmn ya ka videonya?”.

Interview @recruitmentkai:
“Iya ka
durasi 30 detik saja kaka pakai tanktop aja relax ka yang penting memperlihatkan pundak kanan kiri dan perut ka
Kaka lagi sibuk tidak tapinya ka”.

Jawaban @sekteseblak:
“Wkwk serius begitu?”

= = = = =

[PENJELASAN]:

Seorang pengguna Twitter bernama @sekteseblak membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan percakapannya dengan akun @recruitmentkai melalui direct message Instagram. Dalam percakapan tersebut, akun PT KAI meminta agar pelamar merekam bagian pundak dan perut pelamar.

Setelah ditelusuri, unggahan tersebut langsung dijawab oleh akun Twitter PT KAI @KAI121 “Selamat sore. Mohon maaf, PT KAI hanya memiliki akun resmi Instagram @KAI121_dan@keretaapikita. Informasi seputar rekrutmen tersedia pada website http://recruitment.kai.id atau layanan Contact Center 121/021-121, email cs@kai.id, sosial media Twitter dan Facebook @KAI121. Trims”.

Menanggapi hal itu, VP Public Relation KAI Joni Martinus mengingatkan bahwa proses rekrutmen PT KAI hanya diumumkan melalui website resmi KAI di recruitment.kai.id. Terkait adanya dugaan aksi penipuan dengan modus rekrutmen KAI ini Joni mengimbau supaya masyarakat lebih jeli dan teliti apabila mendapatkan pesan berupa pengumuman rekrutmen. Diimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada pihak kepolisian dan tidak menyebarkan pesan tentang pengumuman rekrutmen KAI yang terindikasi palsu untuk menghindari semakin banyaknya orang yang tertipu oleh oknum pembuat rekrutmen palsu tersebut.

Sehingga, informasi proses rekrutmen PT KAI dengan sistem online dan memperlihatkan bagian tubuh merupakan hoaks dengan kategori konten palsu.

= = = = =

[REFERENSI]:

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/8Kylvovk-cek-fakta-pt-kai-minta-pelamar-membuat-video-yang-memperlihatkan-bagian-tubuh-sebagai-pengganti-wawancara-ini-faktanya

https://archive.vn/eleSO